Sunday, March 27, 2016

Megatruh dan Kinanthi


 M : Hari ini capek Kin

 K : Tumben Meg?

 M : Eh, capek kok tumben

 K : Lha ya itu, kamu kan cuma makan tidur tok, kuliah juga jarang, kok bisa sampai capek?

 M : Dasar... Ni klenger habis berhari-hari ngerawat temen satu kost yang sakit

 K : Wow, sejak kapan kamu perhatian sama orang?

 M : Kayaknya kena gejala tipes

 K : Keren, sejak kapan kamu jadi bisa diagnosa kayak dokter gitu?

 M : Harus belikan dia makan dan memastikan dia menghabiskan

 K : Wah, harus traktiran nih, padahal kamu ngerawat diri sendiri saja tidak bisa

 M : Kamu itu Kin, ada teman kerepotan gini malah ndak simpati sama sekali

 K : Ups, jadi kamu repot ya, sori ganggu, eh , tapi tunggu, bukannya kamu yang tadi cerita duluan Meg, walah.

 M : Huh, tak tidur aja, repot curhat sama kamu

 K : Hei, tunggu Meg, memangnya kamu gak telpon atau sms atau WA keluarganya gitu?

M : Iya sih, tapi dia yang gak mau kalo keluarganya ke sini

K : Lha kenapa? Kan lebih bagus kalo dirawat keluarganya, daripada dirawat orang gak jelas kayak kamu.

M : Gak boleh ke sini sama dia. Dia gak mau ngerepotkan keluarganya.

K : Wow, keren sekali prinsipnya. Mirip sama prinsipku.

M : Eh, tumben kamu pake prinsip-prinsipan segala, memang punya?

K : Jelas punya lah, sudah kutetapkan sejak 7¾ detik yang lalu

M : Sudah kuduga

K : Gak pengin tahu?

M : Gak

K : Tanya dong

M : (ambil napas panjang), ok, apa?

K : RAHASIA...

M : (Lempar sandal)

K : (tangkap sandal), Ya ampun Meg, sampai sendal pun beda warna, itu kan style-ku. Kamu benar-benar repot ya. Benar-benar bagus prinsipku yang baru ini berarti.

M : Memangnya apa sih?

K : Prinsipku? Daripada menyusahkan KELUARGA, lebih baik menyusahkan TEMAN DEKAT.

M : (lempar sandal satunya)

K : (tangkap sandal) makasih, kupinjam dulu, beli lalapan, hm..., pink sama hijau, kesukaanku.