Monday, January 11, 2016

Prasangka/Prospek/Prevent?


 Pernah menerima broadcast tentang kecelakaan?

 Dengan korban kritis tak sadarkan diri dan telepon genggam tak dapat diakses karena berpassword, yang kita tahu hanya nama dan alamat seadanya dari KTP. Biasanya broadcast tersebut memang dirancanc untuk disebar seluas-luasnya dengan harapan salah satu penerima pesan merupakan kenalan si korban dan segera mengambil tindakan yang diperlukan (menghubungi keluarga, ke rumah sakit, dsb)

 Bagaimana jika korban tersebut adalah kita? Semoga tidak terjadi. Tentu saja kita harus bersiap untuk keadaan seperti itu.

 Pencegahan, tambahkan nomor hp kita dan keluarga di dompet. Agar penolong tahu siapa yang harus dihubungi. Kelemahan model seperti ini, jika dijambret tentu saja pencopet juga tahu nomor kita dan keluarga.

 Perlu kata kunci atau perjanjian dengan keluarga jika sewaktu-waktu ada keluarga ditelepon tentang keadaan kita. Catat nomor telepon kost dan nomor hp beberapa teman dekat dan letakkan di rumah di mana semua anggota keluarga tahu untuk cross-check (jangan ditaruh di dompet)

Tentu saja broadcast seperti itu juga menjadi bahan ide untuk penjahat yang kreatif.


 Bagaimana jika kita dalam posisi penerima broadcast tersebut dan ingin untuk menolong, namun was-was kalo itu adalah modus penipuan?

 Mudah mengidentifikasi penipu atau bukan. Penipu akan minta untuk jangan menelepon atau menghubungi polisi.

 Penipu akan minta untuk menghubungi nomor hp tertentu (yang sewaktu-waktu dapat dibuang), bukan nomor instansi semacam rumah sakit atau kepolisian.

 Penipu juga akan jelas-jelas meminta untuk transfer sejumlah uang, mungkin dengan beberapa alasan yang logis walaupun berputar-putar.