Saturday, January 30, 2016

Entah Mengapa (Naked Track).

 Managed to build the clip for it using iMovie.

 Still don't have lyrics though.

 Ada lirik lama sepuluh tahun yang lalu, tapi sepertinya alay sekali, :)


.



 Entah.

 Se blabla tahun blabla berlalu
 kau blablabla dariku
 bla bla bla
 tanpa  bla bla bla

 (bait dua lupa semua)

 reff:

 Entah mengapa diri ini
 menjadi tak berdaya
 saat kau tiada lagi di sisiku

 2x

 Teringat lagi masa yang lalu
 masa blablabla wajahmu
 masa yang tak mugkin bla bla bla i

 karna terblabla ruang dan waktu

 ke reff.

Hey Gadis

 :)

Can't Take My Eyes of You.

 I use Save Ferris version for practice

Week End.

 Kegiatan akhir pekan, :)



Magic

 Open handed drumming practice, don't expect anything cool, :P



Neiska

The Piano version of Neiska song.



Thursday, January 28, 2016

Open Handed Practice for Hand-Foot Coordination

Still exploring the easy and comfort position, moving crash cymbal to the far left.

The technique still terrible, of course, :)

I use No Woman No Cry as back track


Budaya


 Pagi.

 Alfa, Beta dan ibuknya sudah berangkat.

 Kututup semua pintu depan.

 Naik ke loteng.

 Nyalakan macbook. Hari ini ingin belajar pattern drum jazz-bossa atau swing tapi yang open handed, koordinasi kaki-tangan-ku masih kacau untuk genre ini.

 Kucari lagu-lagu Laura Fygi.

 Nemu yang lumayan cocok, All of Me.

 Putar.

 Loncat ke kursi drum, selagi masih intro bass.

 Suara alto Laura mulai masuk.

 Siap-siap, stik di tangan, drum akan masuk  dalam tiga, dua , satu, ...

 "dung, blang gen tak tung dung, blang gentak tung dung ..."

 ....

 Suara campursari model koplo masuk ke telinga dengan kekuatan seperti tetangga yang punya hajat nikahkan putrinya.

 Eh, tunggu...

 Memang ada tetangga yang nikahkan putrinya. Dan itu hari ini, walah.

Monday, January 25, 2016

Akhir

Tarik napas....

Satu.

Dua.

Tiga.

Keluarkan...

###

The Sarcastic Magnus, :)


 “I was proud that the four of us responded as a team. In perfect unison, like a well-oiled combat machine, we turned and ran for our lives.”

 Excerpt From: Riordan, Rick. “Magnus Chase and the Sword of Summer.” 

Saturday, January 23, 2016

Joke Agreement, :)

 Among musicians, there's often silent agreement about joke or not. Just like this (I got it at the comment on Scott's Bass Lesson in Youtube)



 They're having fun and not offended at all. I like this.

Horee...

Over 100000 pageviews, :)




Friday, January 22, 2016

Mulai nge-Mix Lagi

 Nge-track lagu lamaku yang hilang.

 Dulu menggunakan gabungan Cool Edit Pro (Windows), Fruity Loop (Windows), Audacity (Linux), dan Hydrogen (Linux).

 Sekarang full menggunakan GarageBand.

 Judulnya  Entahmengapadiriinimenjaditakberdayasaatkautiadalagidisisiku.

 Masih dalam tahap membuat ketukan dan MIDI section.

 Gitar dan vokal belum ada,





Thursday, January 21, 2016

Legal



 Saya penasaran apakah share tentang jus kulit apel, sawo, durian atau "cara meregenerasi" gigi, atau mencegah serangan jantung dengan rutin minum es kulit lemon  di pagi hari itu legal, apakah itu tidak termasuk mallpraktek? Karena jika saya melakukan apa yang diminta oleh share terakhir, maka akan sangat mungkin dipastikan saya bakal berakhir di rumah sakit.

 Banyak sekali share/tips/berbagi di grup-grup percakapan, media sosial, blog, ... 

 Tentu saja itu bagus, tetapi apakah sudah pasti aman untuk dilakukan?

Jungle Snare, Reggae and Open Handed Practice



 I'm guitarist, :)

 Just practicing hand-foot coordination with open handed playing. It's terrible of course, :).

 The paradox I just found is I never like my main snare sound. But after I got the jungle snare (with a lot cracking and popping sound), I realized that my main snare sound is cool, for me, :P.


 I used Bruno Mars "The Lazy Song" as backtrack.




Trying New String on 5 Strings Bass


No matter how I plucked, it has slap-like sound.

 Of course it's combined with my terrible technique (I'm guitarist), :)

 I used Bruno Mars "Locked Out of Heaven" as backing track

Wednesday, January 20, 2016

Open/Close Handed Drumming Exercise

Here is it



I'm at the beginner stage of drumming. My main weapon is guitar. Just get cheap secondhand drums, add it here and there and the super novice drummer is born, :)

I'm always curious about open handed playing, and found that the technique is pleasant.

I move the biggest tom to the left, convert the 13 tom to right floor tom.

And here is it, the beginner practice of open/closed handed playing.

(I use Bruno Mars Performs Locked Out Of Heaven On SiriusXM Hits1 as backed track from youtube

No copyright infringement intended.)

Where's iTunes Repeat Button?

 By default, it's disabled so we have to click Control menu and choose Repeat option




Tuesday, January 19, 2016

A Little Upgrade



 Just got the jungle snare. A little 10 inch beast it is.

 Been searching for two full years (exactly, I started to hunt it after watching X-Mas rendition using this jungle snare).

 Of course it available online everywhere, except Indonesia.

 There's one online shop, but when I ordered it (and pay it without thinking), it turned out that the stock is unavailable.

 :(

 Keep searching...

 I accidentally opened some web page selling sport and music equipment. And it happened that this jungle snare is there. Maybe there's no one know it because it has no picture of it in the display, just blank white with serial code of it.

 Having searched it for two years, I know that's the one I've been looking for.

 And it out of stock.

Thursday, January 14, 2016

Cajon


 Banyak sekali kegunaan Cajon. 

 Untuk tempat duduk, nyaman.

 Untuk menyimpan kabel-kabel, tak akan terpuntir-puntir di dalam tas saat berangkat ke tempat pementasan.

 Untuk tempat pedal efek gitar jika ada.

 Dalam posisi miring sangat ideal digunakan untuk meja lesehan saat menulis .

 Tempat sandaran gitar.

 Tempat kopi, gula, sendok, cangkir, jika berencana nge-jam sambil ngopi di suatu tempat. Hal ini juga menjadi nilai plus karena kopi menyerap kelembaban sehingga cajon tetap kering dan nyaring.

 Tempat menyimpan stik drum.

 #edisiError

Monday, January 11, 2016

Thank's to Thief


 Hari masih pagi.

 5.30

 Belum sempat nyanyi lagu 'siapa mau mandi sama ayah' (bikin lirik sendiri dari lagu 'if you happy and you know it') eh Alfa minta mandi duluan,  sepertinya biar bisa main truk-kecebur-laut lebih lama.

 Beta main iPad, ibuk menggoreng ikan paus (kata adek).

 'Ayah, ayah mandi bareng sama mas Yayan' kata Alfa.

 'OK', tutup kamar mandi, mandi juga. Loh, apa nggak sempit ada bak mandi Alfa? Gak juga, bak mandi Alfa, truk dan segala pelabuhan serta jalan kereta api ada di luar kamar mandi, ...

 Katanya mandi bareng? Memang,

 Mandi bareng tak harus berada di tempat yang sama kan? :)

 Selagi proses sabunan adik teriak-teriak

 'Ibuk..., iPad...'

 (hm, bukannya adek tadi main iPad?)

Kembalian



 Ada dua kejadian sedikit mengganjal yang biasa saya alami namun sering berulang sehingga ganjalannya semakin menumpuk dan akhirnya tumbanglah tumpukan itu.

 Pertama adalah es degan bakar.

 Es, ok sudah tahu.

 Degan? Itu kelapa muda.

 Bakar? Yup kelapa muda tersebut dibakar dulu sebelum dikupas.

 Bagaimana hasilnya? Kelapa muda yang dibakar kemudian disajikan dengan es?

 Well, saya lebih suka kelapa muda yang tidak dibakar, dengan atau tanpa es.

 Ganjalannya bukan di situ. Ketika saya masih hampir tiap minggu melakukan perjalanan pulang pergi ke jogja naik motor, saya kadang-kadang mampir tuk beli es degan bakar tanpa dibakar. Ada satu warung langganan saya.

 Bukan karena warung terkenal atau dapat tips dari teman, namun karena warung itu selalu sepi sedangkan yang lain kebanyakan ngantri tuk menikmati kelapa mda yang dibakar dan di kasih es.

 Selalu sepi tiap saya lewat daerah es degan bakar situ, dan akhirnya saya selalu ke warung itu.

 Lha mana ganjalannya? Tak ada yang mengganjal, sepertinya itu cerita yang sangat normal.

 Nah, setiap saya selesai dan membayar, si pemilik warung selalu tidak punya kembalian yang pas. Sehingga saya selalu diberi kerupuk sebagai ganti kembaliannya.

 Satu kali, ok. Mungkin karena warung memang sepi.

 Dua kali, dapat kerupuk lagi.

 Tiga kali, kerupuk (sepertinya ini kerupuk minggu lalu yang gak laku-laku).

 Well, saya gak suka kerupuk. Lagipula, mana ada orang setelah minum es baru makan kerupuk?

 Keempat, ..., kubayar dengan uang pas. Eh malah ditawari kerupuk.

 Ok, gak lagi ke tempat itu. Dan karena yang lain selalu ngantri, gak pernah lagi beli es degan bakar tanpa dibakar.

 Kehilangan satu pelanggan karena tak punya kembalian.

 Ehm, mungkin kehilangan semua pelanggan (yang jumlahnya cuma satu).

 Mungkin dulu ada pelanggan lain yang lari karena hal yang sama.

 Mungkin juga warung itu sepi karena kerupuk.

....

Yang kedua bukan karena kerupuk, karena kerupuk merupakan bagian dari paket sate langganan.

Entah kenapa harga sate di sini selalu nanggung sehingga meski saya beli satu porsi atau dua porsi, jumlah uang besar yang saya berikan selalu memiliki kembalian dua ribu atau seribu.

Dan selalu tidak ada kembalian sehingga penjual berinisiatip untuk "kembaliannya saya bawa dulu ya".

Namun jika saya beli ke tempat itu lagi, "tabungan" saya tidak pernah dihitung.

Tentu saja dengan sedikit ribut saya akan bisa mendapatkan hak saya, namun ada energi, emosi dan tekanan darah yang teraduk-aduk. Jadi biarkan saja.

Tentu saja sedapat mungkin saya selalu mengusahakan untuk tidak beli di situ. Kalaupun terpaksa, saya selalu membawa uang pas, meskipun dengan tambahan tumpukan koin receh.

Saya bukan lagi pelanggan setia di situ. (Saya pelit, :P )

Akhirnya sepi juga.

Hal kecil yang ditumpuk memang bisa fatal.

Tentu saja di sisi lain. Jika kita awalnya hanya memperhitungkan barang dagangan sebagai modal usaha, kita juga perlu menambah "persediaan uang kembalian" sebagai faktor yang penting juga. Pastikan kita selalu punya uang kembalian.

Ehm, satu hal lain. Selama saya beberapa tahun di Jogja, sekecil apapun, saya selalu menerima uang kembaliaan (bukan permen atau kerupuk, atau entah apa itu), meski itu seratus rupiah, di toko atau warung manapun, baik toko besar ataupun kecil. Itu sangat mengesankan.

Prasangka/Prospek/Prevent?


 Pernah menerima broadcast tentang kecelakaan?

 Dengan korban kritis tak sadarkan diri dan telepon genggam tak dapat diakses karena berpassword, yang kita tahu hanya nama dan alamat seadanya dari KTP. Biasanya broadcast tersebut memang dirancanc untuk disebar seluas-luasnya dengan harapan salah satu penerima pesan merupakan kenalan si korban dan segera mengambil tindakan yang diperlukan (menghubungi keluarga, ke rumah sakit, dsb)

 Bagaimana jika korban tersebut adalah kita? Semoga tidak terjadi. Tentu saja kita harus bersiap untuk keadaan seperti itu.

 Pencegahan, tambahkan nomor hp kita dan keluarga di dompet. Agar penolong tahu siapa yang harus dihubungi. Kelemahan model seperti ini, jika dijambret tentu saja pencopet juga tahu nomor kita dan keluarga.

 Perlu kata kunci atau perjanjian dengan keluarga jika sewaktu-waktu ada keluarga ditelepon tentang keadaan kita. Catat nomor telepon kost dan nomor hp beberapa teman dekat dan letakkan di rumah di mana semua anggota keluarga tahu untuk cross-check (jangan ditaruh di dompet)

Tentu saja broadcast seperti itu juga menjadi bahan ide untuk penjahat yang kreatif.

Di Parkiran "Garasi"



Minggu Pagi

 Agenda rutin Alfa Beta minggu pagi: bangun tidur langsung lihat Pus cantik di mbah Yut, Kura-kura di mbah satunya dan Rusa (juga bebek di sungai)




Di "Garasi"

 Dibuatkan Film oleh Google,



:)








Konsisten


 Sudah sepuluh tahun sejak terakhir kali menyusuri jalanan di Sawojajar

 Segalanya masih tampak sama, tentu saja dengan upgrade di sana-sini, tapi feel Sawojajar yang kurekam bertahun-tahun lalu tetap sama dengan yang terasa sekarang

 Jalan yang kebayakan dilapisi paving kecuali jalan besar yang beraspal mulus

 Perempatan yang hampir ada tiap limapuluh meter. Papan-papan nama jalan "Danau ..."

 Perasaan familier yang sama: "Jangan-jangan kesasar ke Wendit, atau balik lagi ke pintu masuk depan atau ke kuburan Buring..." masih terasa.

 Yeah, semua masih sama.

 Juga kemacetan di Ranu Grati, meski ada peningkatan sedikit. Jumlah kendaraan yang makin membludak menyebabkan antrian di lampu merah dekat jalan masuk yang dulu paling parah dimulai dari jembatan, kini sudah dimulai sejak pompa bensin (yang dulu sering kusinggahi tuk mengisi bensin karena banyak mbak cantik yang bertugas di situ).

 Hawa panas antrian masih terasa sama.

 Ups, ada yang beda sedikit.

 Karena dulu belum ada, maka dulu tidak akan merasakan sensasi ketika sedang asyik ngantri lampu merah sambil menekuk muka tiba-tiba jari-jari kaki terlindas becak motor yang nekat menerobos.

 Dulu belum ada becak motor, bisa menunggu lampu merah sambil menyanyi atau mengumpat hawa panas dengan tenang.

 (masih sakit)

Wednesday, January 6, 2016

All of Me



 All of me, why not take all of me?
 Can't you see I'm no good without you?
 Take my lips, I want to lose 'em
 Take my arms, I'll never use them

 Your goodbye left me with eyes that cry
 How can I go on, dear, without you?
 You took the part that once was my heart
 So why not take all of me?

 Come on and take, take all of me


Salut (Lagi)

 Lewat pertigaan antara Dieng dan Galunggung?

 Di sana ada seorang bapak supeltas yang mengatur kendaraan yang mau menyeberang atau mau terus.

 Beda dengan supeltas lain (mungkin ada yang lebih familier dengan sebutan "Pak Ogah", cepek?), bapa supeltas yang ini jarang menggunakan peluit. Hebatnya, jarang ada yang tidak patuh.

 Mungkin karena gerakannya yang energik, mungkin karena gerakannya yang sopan (gesture-nya sangat "beda" sekaligus menghibur), mungkin karena tidak pernah teriak atau mengumpat, mungkin karena tegas namun ramah (jika ada yang nekat mau menerobos beliau dengan tegas pasang badan sambil bilang "sabar nggih, sabar...")

 Apapun, sungguh menyenangkan melihat pemandangan itu di pagi hari.

 (Mungkin karena gerakan yang energik, atau mungkin karena lalu lintas sudah lengang, jam 9 pagi sudah tidak di situ)

Tuesday, January 5, 2016

Senjata paling ampuh menghadapi tukang debat adalah diam.


 Lihat, jika kita berusaha mengimbangi atau mematahkan argumen dia, kemungkinan besar akan kalah.

 Ada kemungkinan kecil kita bisa mengalahkan dia dalam debat, tetapi apakah sepadan dengan waktu yang habis dan tenaga yang terkuras? Mungkin tidak.

 Hal yang paling hemat energi dalam situasi debat yang menurut kita gak begitu penting adalah diam. 

 Pendebat akan capek sendiri. 

 Bagaimana jika pendebat ngotot minta kita njawab pertanyaan-pertanyaan pancingan dia? Pertanyaan-pertanyaan yang jika dijawab akan membuka pintu debat lebar-lebar

 Dalam situasi ini kita perlu, menambahkan energi sedikit untuk berpikir, sebenarnya apa maunya dia? Dia suka jawaban apa? Dia setuju tentang apa?

 Nah, jika menemukan jawaban, jawab pertanyaan-pertanyaan pancingan/jebakan dengan jawaban yang tidak mungkin didebat. Jawaban-jawaban yang menunjukkan bahwa kita setuju sepenuhnya dengan dia (walaupun kenyataannya lain).

 Nah, dengan jawaban semacam itu, kemungkinan besar kita akan segera lepas dari dia. Apalagi yang akan didebat jika kita sepenuhnya setuju dengan dia? Yup, jangan beri bahan bakar dan amunisi untuk bahan debat dia.

 Tentu saja semua saran di post ini bisa dibalik jika kita ingin efek sebaliknya (misal ketika tiba-tiba kita ingin berdebat habis-habisan dengan seseorang).

 Selamat mencoba, :)
 #edisiError

Fl.ux on my iPhone.

 I know that Apple won't like it, but I just can't  help myself, it's beautiful app, :)

 Because fl.ux is no longer in appstore, I have to side-loaded it using XCode.

 Oh, and the official fl.ux website is no longer providing the link for the source because Apple didn't approve this method (though the problem's fl.ux private API, not the sideload), but it's still available free on github 




Sosialisasi

 Internet membuat kita dapat berkomunikasi walau jarak berjauhan. Ingin ngobrol tapi jarak ribuan kilo? Tinggal buka Facebook, Skype, Line, WhatsApp, .... Aplikasi-aplikasi berlomba-lomba untuk menyuguhkan fitur yang diinginkan pengguna sekaligus menyingkirkan fitur yang dianggap merepotkan.

 Masih ingat Koprol? Platform media sosial berbasis lokasi buatan Indonesia yang diakuisisi Yahoo? Yeah, mungkin ada yang malah baru dengar sekarang.

 Kenapa tidak begitu bisa bersaing? Begini, Koprol memiliki fitur semacam check-in ke suatu tempat sehingga bisa mengobrol dengan orang orang di tempat tersebut. Misal check-in ke sebuah kampus, kafe atau sekedar tempat pemancingan.

 Awalnya memang tampak menjanjikan, kita bisa dapat kenalan baru atau ngobrol dengan teman yang berada di tempat yang sama.

 Eh, tetapi fungsi lokasi Koprol agak kurang dapat diterapkan, mungkin karena dia lahir prematur. banyak pengguna Koprol yang menggunakan komputer/laptop sehingga check-in ke sebuah loasi dilakukan secara manual, hal yang aneh karena kita bisa saja check in ke sebuah kafe padahal kenyataannya sedang di kamar  kost.

 Bagaimana dengan pengguna smartphone? Saat Koprol rilis, masih jarang ada smartphone degan fungsi lokasi (GPS, aGPS, ...); fitur check-in tetap dilakukan secara manual.

 Ada satu yang mungkin meleset juga dari tujuan internet atau sosial media (menghubungkan dua orang yang berjauhan secara maya). Jika kita berada di lokasi yang sama, kenapa harus ngobrol secara online? :)

 (Tentu saja sekarang banyak pasangan atau serombongan sahabat yang duduk di meja kafe dan asyik dengan gadget-nya masing-masing tapi itu soal lain)

 Mungkin juga timing kelahiran yang terlalu cepat sehingga Koprol kurang banyak peminat (atau banyak peminat namun tak punya sarana). Dan seingat saya fitur check-in koprol tidak dapat otomatis: misal datang ke sebuah warung dan Koprol otomatis check-in di situ, atau setidaknya menawarkan untuk check-in. (Belakangan fitur ini muncul di aplikasi FourSquare).

Atau...


(abaikan)

(gak penting)

#edisiError