Thursday, May 7, 2015

Evolusi Musik Sheila On 7


 Ada apa dengan musik Sheila On 7? 

 Ingat lagu Dan di album pertama? Lagu yang sederhana dengan akord/kunci standar. Tapi banyak yang kesulitan meniru sound yang khas di lagu itu. Beberapa tahun berikutnya, setelah beberapa kali melihat performance live mereka, baru sadar bahwa Anton tidak memukul hihat di separuh pertama lagu, dia memukul floor Tom. Itu yang membuat suara khas intro Dan, juga membuat seakan-akan tempo setengah lagu lebih lambat dari paruh berikutnya yang tiba-tiba sekan jadi lebih cepat (padahal tetap sama) dan jadi lebih segar (Anton mulai menggunakan HiHat).

Yang jadi fokus saya dulu adalah melodi gitar Eross. Di Dan, not demi not bisa saya tiru, namun lagi-lagi tidak bisa memiliki feel yang sama dengan aslinya (tentu saja, namun setidaknya saya ingin bisa mendekati, dan ternyata susah). Sebulan yang lalu (artinya hampir 16 tahun kemudian), saya menemukan bahwa Eross melakukan melodi itu hampir selalu di senar nomor dua sembari memetik senar pertama (nada e tinggi) terus menerus, memberi efek khas Dan. (Itu juga saat saya menemukan bahwa Slash pun melakukan itu di melodi Welcome to The Jungle)

Ohya, di tiga album pertama Sheila On 7 mereka melakukan detuning pada gitar mereka. Nada diturunkan satu fret, jadi misal ingin mengikuti lagu-lagu Sheila On 7 di periode ini, senar gitar kita harus kita kendorkan hingga setem-an kita turun setengah nada. (Ini yang membuat saya menghubungkan mereka dengan Guns n Roses, meski tidak ada persamaan sama sekali :D , Slash merekam Appetite for Destruction dan Use Your Illusion menggunakan gitar yang tuning-nya diturunkan satu semitone).

Suara gitar Eross susah ditiru; setidaknya bagi saya dulu. Saya sebagai gitaris band metal saat SMU dan  susah sekali  meniru sound Sheila On 7 yang khas itu. (Eit, lagipula ngapain gitaris metal memainkan lagu pop? Heheh..). 

Ternyata kuncinya adalah “metal”. Efek yang saya gunakan adalah Boss Metal Zone dan drive/gain hampir selalu diputar penuh untuk menghasilkan melodi seempuk dan sustain sepanjang mungkin. Dengan drive/gain maksimal gitar juga jadi gampang untuk ‘menjerit’, baik itu pakai natural, artificial maupun pinched harmonik. 

Tetapi dengan drive/gain dibuka penuh akord akan kehilangan nada penyusunnya, kita hanya bisa mendengar “zet zet zet", atau "jen jen jen”  yang menjadi ciri khas metal/hardrock. Sound Sheila sama sekali lain, meski jelas memakai efek gitar (stompbox atau built in ampli), namun not individu yang membentuk akord masih terdengar, rahasianya, drive jangan dibuka penuh sehingga meskipun kita mengocok gitar pakai akord bar (semua senar), suara not individu tetap terdengar. 

(Eross memakai Ampli Tabung Bad Cat, secara alami memiliki sedikit distorsi/clipping meski tanpa efek pedal. Eross memakai StompBox eDrive buatan lokal)

Tentu saja banyak yang tidak suka setting seperti itu, termasuk saya dulu, karena dengan drive/gain yang cuma separo (di lima, atau maksimal tujuh), gitar akan kehilangan sustain. Saat mengocok powerchord dengan palmmute juga menjadi “grok grok grok” atau “grung grung grung”. Di sisi lain, dengan not individu yang terdengar jelas, kita bisa mengeksplor beragam kemungkinan melodi, termasuk menyisipkan lick-lick di sela-sela riff saat “bertugas” sebagai gitaris rhythm. Itu yang (sepertinya) dilakukan Eross, yang jadi ciri khas sound Sheila hingga sekarang. 

Tentang kunci gitar, Eross sepertinya memiliki kebiasaan membiarkan senar nomor satu terbuka. Bagian dari blues style atau memang menyukai tantangan “seberapa kuat aku mendegarkan dissonant nada E ini”. Namun hasilnya terdengar unik dan sampai saat ini menurut saya dia berhasil, :)

Contohnya pada Perhatikan Rani, kunci A memang punya nada E secara alami namun G dan F tidak dan dengan membiarkan senar E terbuka maka kita akan mendapatkan progresi akord A G6 Fmaj7 dengan cuma-cuma, :)

Juga di lagu Saat Aku Lanjut Usia di bagian reff”genggam tanganku”

Kunci normal A C#m/G# F#m E D E A 

Namun dengan semua kunci ditambah dengan senar pertama terbuka yang dipetik maka hasilnya adalah

A C#m/G# F#m7 E Dadd9 E A 

hasilnya adalah sebuah semiblues/jazz instan, atau malah punk, bagi saya terdengar seperti itu, :)

Di Pejantan Tangguh, kita bisa mendengar sedikit perbedaan sound musik SO7. Saya ingat saat itu adalah saat di mana banyak iklan Eross yang memainkan Epiphone. Sepertinya ini adalah masa-masa Eross menggunakan gitar dengan pickup humbucker; bisa dilihat di rekaman live pada saat-saat itu; Eross menggunakan Les Paul, bahkan Gibson Flying V. 

Juga ini titik saat Anton pergi dari SO7.

Kepergian Sakti  sedikit merubah karakteristik sound Sheila. Yang paling mencolok adalah pada saat mereka membawakan lagu-lagu tertentu yang dobel rhytmnya dominan seperti lagu Jangan Beritahu Niah secara live.

Saat live, ketika ada Sakti, kedua gitaris bisa "jual-beli" rhythm, juga tandem melodi pada bagian "bagaimana lagi, yang harus kukatakan…” suara gitar Eross dan Sakti saling melengkapi (satu memainkan meladi root, satu memainkan nada harmonik ketiga).

Tak bisakah Eross memainkan dua nada tersebut sendirian? Tentu saja bisa, namun satu gitar dengan overdrive memainkan dua nada sekaligus akan beda dengan dua gitar dengan overdrive memainkan masing-masing satu nada.

Kan bisa drive/gain dikurangi? No no no. Karakteristik Sheila on 7, drive separo. Jika satu gitar akan jadi sepi. Tergantung lagunya juga sih. Beberapa lagu seperti Dan, Kita Melompat Lebih Tinggi, Pejantan Tangguh tetap baik-baik saja dimainkan dengan satu gitar.

Tentu saja lagu Itu Aku juga baik-baik saja dimainkan dengan satu gitar, karena basisnya adalah piano. Hanya saja saya merindukan saat Sakti memainkan melodi bareng Eross sebelum melodi utama. 

Album berikutnya, meski tanpa Sakti,  tetap memakai dua gitar di sebagian besar musiknya, seperti di Pasti Ku Bisa; meski menggunakan rhythm dengan gitar akustik. Eross sepertinya tak rela meninggalkan Sakti. Saya membayangkan saat recording atau menciptakan lagu dia masih mengikutkan "gitar Sakti" di sana. Tentu saja agak keteteran saat tampil live dan terasa sepi.

Di sini juga Eross mulai terlihat dominan menggunakan Gitar Telecaster (entah Fender atau Squier by Fender)

Di album Musim Yang Baik kita bisa melihat dari lagu Lapang Dada; Sheila On 7 kini memiliki style 4 piece band, dengan satu gitar. Yang juga terlihat beda dan baru adalah  drum yang sepertinya menggunakan trigger atau malah elektrik sepenuhnya.

Sepi? Tidak juga, hal ini karena absennya gitar Sakti dikompensasi dengan permainan gitar  Eross yang lebih rapat di album ini (seperti di intro selamat datang). Biasanya permainan gitar Eross terkesan santai (atau malas-malasan, hehehe) karena ada sakti. Sekarang jadi terdengar seperti "pekerja keras” atau gitaris yang “rajin”, :)

Bagi saya sih, setelah membandingkan penampilan SO7 live secara akustik, lagu-lagu di Musim yang Baik lebih enak didengarkan versi akustiknya. Tapi tetap menyukai permainan di album versi original, :)

Apa iya? Jangan-jangan musik terdengar lebih ramai karena ada piano, string section atau brass section? Tidak, karena piano, string atau brass selalu ada sejak album pertama jadi tidak begitu berpengaruh. Yang berbeda di album Musim yang Baik ini adalah gitar yang terdengar hanya satu bagian.

Yeah, Eross telah merelakan Sakti untuk mengejar tujuannya (Pencariannya? Cita-citanya? Hasrat terpendamnya? Takdirnya? Kepuasan batin?) dan telah mantap tuk jadi single-guitarist tuk Sheila On 7.

Semakin ke sini kita bisa melihat Eross lebih sering memakai Telecaster, kita bisa melihat karakterestik Tele yang nge-twang di lagu-lagu SO7 di album terakhir. Di Musim yang Baik bahkan hampir seluruhnya memiliki karakteristik sound Telecaster.

Telecaster. Gitar yang sulit dijinakkan. Klasik memang, namun jika kita lihat, pegang dan mainkan, telecaster seperti gitar buatan sendiri, tanpa banyak fitur dan ketika kita genjreng untuk lagu pop maka tetangga akan protes, (tak peduli walau akord kita sudah benar). Yeah Tele memang ’suaranya aneh’. Jika setting ampli kita tepat suaranya bisa crispy, mengeram, seksi; jika tidak suarnya seperti gitar yang tidak di-stem nama sekali, hehehe. Tapi eross berhasil menjinakkannya. Eross juga di-endorse oleh Squier dengan menerbitkan gitar Squier by Fender Telecaster Eross Candra Signature Series. Sebuah Telecaster Klasik dengan bodi Pine namun memakai bridge pickup stacked-humbucker (humbucker yang berbentuk single-coil seperti pick up bridge tele standart). Suara pickup bridge jadi lebih garang karena menggunaka humbucker.

Evolusi? Sheila? Yup 

Eross? Gitar? Yup. 

Eross? Style? No. He's the most consistent guitarist I knew

video (dari akun sheilaVEVO)
.