Saturday, September 13, 2014

Orientasi

Kadang malah berakibat menjadi

disorientasi,
pingsan,
memar,
babak belur,
bahkan mati.



MOS, MOK, OPSPEK, OSPEK, PKPT apapun bentuknya.

Tujuan awalnya adalah orientasi, pengenalan tempat menimba ilmu, menumbuhkan loyalitas.

Tentu saja ada yang 'tidak sengaja' menjadi tempat untuk pengenalan seberapa menyeramkan tempat baru itu, seberapa jahat senior, dan prospek untuk balas dendam dengan cara yang lebih kreatif dan kejam kepada junior tahun depan.

Tentu saja langkah paling aman bagi institusi jika "ketahuan" ada juniornya yang mati adalah dengan jawaban "kami tidak tahu, kami tidak mengijinkan kekerasan, yang terjadi di luar tanggung jawab kami"

...

Sepertinya harus ada aturan, jika ada kekerasan di sebuah institusi apapun bentuknya, maka para pejabat di institusi tersebut harus bertanggung jawab, turun jabatan DAN dihukum, terlepas dia tahu atau tidak, mengijinkan atau tidak. Dengan ancaman semacam itu maka para pimpinan institusi akan secara aktif mengontrol kegiatan-kegiatan di lingkupnya dan kemungkinan besar akan jadi 'tahu' dan 'melihat'; dan akan segera tegas melarang kegiatan yang akan membuat dirinya turun jabatan dan dihukum.

Lebih keren lagi jika institusi tersebut ditutup, atau yang agak lunak, tidak boleh membuka pendaftaran barang setahun atau dua tahun. Selama ini terbukti peringatan tak akan memberi efek jera.

Mungkin aturan ini sudah ada

saya tidak tahu

mungkin tak diterapkan

tak ada yang berani