Tuesday, June 10, 2014

Empat Saksi

Akhir-akhir ini ada beberapa kasus gugatan yang ditolak oleh pengadilan

Suami yang digugat istri dengan bukti foto pesta seks dari hap sang suami

Istri yang digugat suami dengan bukti rekaman CCTV di sebuah gedung

...dan gugatan tersebut ditolak

...alasannya tidak ada saksi kejadian tersebut

...agar gugatan diterima maka harus ada dua saksi laki-laki atau empat saksi perempuan yang menyaksikan kejadian (lihat betapa laki-laki dibedakan haknya dengan perempuan)


... dan itu sungguh aneh. Dan saya yakin akan ada lebih banyak perselingkuhan setelah berita ini karena mereka tahu bahwa jika mereka melakukan diam-diam (tentu saja) maka tak akan ada yang bilang bahwa mereka selingkuh, secara hukum, ckckck.

Keanehan berikutnya, bagaimana jika memang benar-benar ada saksi? Jika mereka murni saksi, bukan pelapor, bukankah mereka sama saja dengan menyetujui tindakan si tergugat? Dalam keadaan seperti itu, apakah mereka bersedia bersaksi? Sepertinya tidak.

Jika mereka bersedia bersaksi akan sangat membingungkan, bayangkan pertanyaan jaksa "jadi anda melihat kejadian itu? tidak melarang?" dan pertanyaan berikutnya "apa buktinya jika anda telah melihat kejadian itu?" foto? nah, tadi sudah ditolak kan? repot lagi deh... dan kesaksian tidak sah, :)

Dengan logika, sebenarnya klausul "dua saksi laki-laki atau empat perempuan" yang menyaksikan kejadian itu dapat saja sudah sangat memenuhi syarat. Dengan melihat foto atau video kejadian yang telah terbukti bukan rekayasa sebenarnya dapat disimpulkan bahwa perselingkuhan benar-benar terjadi, bagaimana seseorang bisa tidak melihat hal itu? bahkan membantah bahwa itu tak terjadi, atau kurang saksi, jika video/foto itu disaksikan seratus orang, bukankah mereka juga merupakan saksi

...dan yang lebih aneh lagi, si penggugat kadang malah ganti digugat secara pidana karena "mencemarkan nama baik", dan gugatan dapat diproses, waduh