Thursday, December 22, 2011

Lagu dengan Ketukan Nada Ganjil

Saat terbaring kaku karena obat tidur dosis super, aku buka iTunes dan memainkan keseluruhan koleksi  lagu-lagu secara shuffle. Enak sekali tidur tanpa bisa bergerak sambil diiringi lagu-lagu yang kadang sangat sering kuputar, kadang ada yang sudah lama tidak kuputar, bahkan lupa kalu pernah punya lagu itu.

Saat lagu "Tidurlah-tidur"nya Katon selesai, mulailah ketenangan tidurku terusik ketika "Under A Glass Moon"-nya Dream Theather mulai dimainkan oleh si Apple Mac. Lagu ini memiliki ketukan-ketukan yang berganti-ganti. Awalnya 6/4, sudah aneh, coba anggukkan kepala mengikuti nada-nadanya, anda akan dipaksa menganggukkan kepala saat seharusya anggukkan anda masih di atas. Saat melodi, hm , anda sakti kalo tahu itu birama berapa. Banyak lagu-lagu Dream Theather yang memiliki karakter seperti ini



Di "Metropolis", coba anggukkan kepala mengikuti ketukan di section 3, pasti anda akan dipaksa menghentikan kepala sejenak untuk mensinkronkan anggukkan kepala anda dengan musik. Itu di bagian saat ada bait "I was told there's a miracle for each day that I try, I was told there's new love is born for each one that's die, I was told there'll be no one to call on when I feel alone and afraid, I was told if You dream of the next world, you'll find yourself swimming in the lake of fire..."

Saat bagian melodi pun, sudah menjadi ciri khas DT, biramanya kebanyakan ganjil dan meloncat-loncat. Saat-saat awal mendengarkan lagu-lagu Dream Theater, aku sudah langsung berpikir "aku tidak akan mencoba memainkan lagu-lagu ini" Bukan karena tidak suka, tapi terlalu rumit untuk sebuah band jazz-latin-bossa, hehehe

Lagu-lagu yang memiliki birama tidak lazim sangat banyak.

Steve Vai, gitaris, mempunyai lagu-lagu seperti Incantation dengan birama 5/4, bayangkan gimana otak drummernya. Bagian melodi akustik di "Freak Show Excess" juga memiliki birama ganjil.

Naif punya lagu "Elton John" dengan birama 14/16 di bait awal

Beatless di lagu pertama side B album The Best of, birama 5/4

Dan yang paling sering kita dengar tahun lalu sebagai theme song di ISL adalah Damage Control, dari album solo John Petrucci (Gitaris Dream Theater). Lagu ini memang terkesan sporty dan heavy saat intro awal yang hanya dibawakan dengan gitar. Belum tampak keganjilan ketukannya, namun begitu drum dan bass masuk, coba anggukkan kepala anda, pasti beberapa saat kemudian anda akan dipaksa mensinkronkan kembali anggukan kepala anda dengan ketukan lagu, hehehe.