Tuesday, November 29, 2011

Goyang Asolole


Obat hati ada lima perkaranya
ya thoyiba...
Lir ilir lir ilir tandure wus sumilir 
tak ijo royo-royo...

Syair-syair tersebut akhir-akhir ini sering saya dengar di acara-acara pernikahan. Bergema di acara-acara pernikahan. Karena banyak yang menikah di bulan haji kemarin, maka semakin gatal-lah telinga saya tiap dengar lagu-lagu tersebut diputar. Eh...?


Yeah, kita tahu format lagu-lagu populer di hajatan saat ini adalah "Dangdut Koplo Asolole". Entah berasal dari mana kata yang terakhir itu namun yang jelas nama tersebut mewakili jenis musik dangdut dengan irama kendang/ketipung yang "itu itu saja" dengan beat/ropel berdasarkan mood tukang ketipung tanpa menghiraukan itu saat jeda atau bukan. 

Hasilnya adalah berpuluh-puluh lagu dengan irama yang sama, bahkan jika anda berkaraoke, anda bisa berkaraoke menggunakan lirik lagu manapun. Satu lagu tanpa vokal bisa digunakan untuk berkaraoke beberapa lirik lagu, fiuh... 

Bukan hanya itu, sang musisi panggung bahkan bertindak lebih jauh dengan menambahkan seruan-seruan spontan yang mungkin memang cocok dalam situasi panggung namun kadang sangat tidak cocok dengan lagu yang sedang dimainkan. 

sekedar contoh seruan yang cocok

iwak peyek sego tiwul (yiiiiaahh...)
wis tuwek blablabla mentul (haahhaa...)


yang aneh

Obat hati ada lima perkaranya (yiaah)
yang pertama baca qur'an  (hya..hya)
yang kedua sholat malam (goyang titik joss) perbanyaklah

atau 

lir ilir tandure wis sumilir (hiya-hiya..)

dan diakhir lagu (baik gembira maupun sedih) selalu ada tambahan seruan

ciat ciaaaat ciiiiiiaaaaaah....

:s