Saturday, December 1, 2007

Tears of Friday

Benar-benar hari yang menyedihkan,



Setelah berminggu-minggu aku bermasalah dengannya, dan coba-coba cari "alternatif" yang lain, kemarin menjadi puncaknya.



Dan pagi itu juga tidak bisa dibilang menyenangkan. (Ayu', jangan sedih)



Sore itu aku ke kampus, memutuskan untuk mencari yang baru. Ku cari-cari, di ruangku tidak ada. Masa bodoh, aku nggak mau nunggu lagi, aku harus aktif, dan terjadilah bencana itu.



"Yang baru" telah kutemukan, dan "yang lama" hancur dan lenyap padahal aku belum siap. Menyedihkan.



Malamnya aku hanya bisa bengong di rumah. Tak kugubris  "meong" ("selamat datang") dari Pus, ataupun "meong" ("ayo main") nya. Ku stress berat.



Tapi life must go on, aku harus tetap jalan, kalau nggak aku bisa mati dengan pose bersila di depan laptopku.



Aku barusan ngunstal Windowsku yang sudah bermasalah berminggu-minggu. Eh, aku lupa, ternyata "yang lama", linux-ku, jadi hancur dan nggak bisa booting.



Jadi, terpaksa aku harus puas hanya dengan windows, n harus belajar lagi. Soalnya belum terbiasa. Senin, targetku, Linux sudah harus hadir di laptopku